Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Gema nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Iklan
    • Home
    • Hukum
    • Pajak
    • Politik
    • Investasi
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Sosial
    • Teknologi
    Gema nusantara
    Home » Jembatan Merah, Saksi Sejarah Perjuangan Surabaya
    Budaya

    Jembatan Merah, Saksi Sejarah Perjuangan Surabaya

    TresnandaBy TresnandaMay 24, 2026
    Share
    Facebook Twitter Email WhatsApp

    GemaNusantara.id – Surabaya, 24 Mei 2026 – Jembatan Merah menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan sejarah Kota Surabaya. Bangunan yang berada di kawasan Pabean Cantian ini bukan hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah, tetapi juga menyimpan jejak panjang perkembangan kota, mulai dari masa kolonial hingga masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

    Dalam data cagar budaya Pemerintah Kota Surabaya, Jembatan Merah disebut didirikan pada era Gubernur Jenderal Daendels tahun 1809 untuk menghubungkan wilayah timur Sungai Kalimas. Pada masa Revolusi 1945, kawasan ini menjadi salah satu titik konsentrasi kontak senjata antara arek-arek Suroboyo dan tentara Sekutu.

    Jejak Kolonial di Kawasan Kota Lama

    Sejak awal, Jembatan Merah memiliki posisi strategis dalam perkembangan Surabaya. Letaknya yang berada di kawasan Kota Lama menjadikannya bagian dari jalur penting aktivitas perdagangan, pemerintahan, dan mobilitas masyarakat pada masa kolonial.

    Kawasan sekitar Jembatan Merah juga dikenal dekat dengan pusat perdagangan lama Surabaya. Hal ini membuat jembatan tersebut tidak hanya bernilai secara fisik sebagai infrastruktur, tetapi juga memiliki makna sejarah sebagai bagian dari pertumbuhan kota pelabuhan.

    Titik Penting dalam Peristiwa 1945

    Memasuki masa revolusi kemerdekaan, Jembatan Merah memiliki arti yang lebih besar. Kawasan ini menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian peristiwa menuju Pertempuran Surabaya.

    Pada 1945, Surabaya menjadi medan perlawanan rakyat terhadap pasukan Sekutu. Pertempuran yang mencapai puncaknya pada 10 November 1945 kemudian menjadi simbol nasional perlawanan rakyat Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme.

    Di sekitar Jembatan Merah pula, sejarah mencatat adanya ketegangan besar yang melibatkan pejuang Surabaya dan tentara Sekutu. Kawasan ini kemudian dikenang sebagai salah satu ruang penting dalam memori perjuangan arek-arek Suroboyo.

    Warisan Sejarah Kota Pahlawan

    Kini, Jembatan Merah tetap berdiri sebagai bagian dari identitas Surabaya. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa kota ini tidak hanya tumbuh sebagai pusat perdagangan dan jasa, tetapi juga sebagai kota yang dibentuk oleh keberanian rakyatnya.

    Sebagai bangunan cagar budaya, Jembatan Merah memiliki nilai penting untuk terus dirawat. Bukan hanya karena usia dan bentuk fisiknya, tetapi juga karena cerita sejarah yang melekat di dalamnya.

    Destinasi Wisata Sejarah

    Jembatan Merah juga dapat menjadi tujuan wisata sejarah bagi masyarakat, pelajar, komunitas, maupun wisatawan yang ingin memahami Surabaya dari sisi perjuangan dan perkembangan kota lama. Kementerian Pariwisata turut memasukkan Jembatan Merah sebagai salah satu tempat wisata sejarah Surabaya untuk napak tilas Hari Pahlawan.

    Melalui Jembatan Merah, masyarakat dapat melihat bahwa sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk museum atau monumen besar. Sebuah jembatan pun dapat menjadi saksi perjalanan panjang sebuah kota, dari masa kolonial, masa perdagangan, hingga masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

    Jembatan Merah akhirnya bukan sekadar penghubung dua sisi kota. Ia adalah penghubung antara masa lalu dan masa kini, antara ingatan perjuangan dan tanggung jawab generasi sekarang untuk terus merawat sejarah Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

    Arek-Arek Suroboyo Cagar Budaya Surabaya Daendels Hari Pahlawan Jejak Kolonial Jembatan Merah Jembatan Merah Surabaya Kota Lama Surabaya Kota Pahlawan Pertempuran Surabaya 1945 Revolusi Kemerdekaan Sejarah Surabaya Sungai Kalimas Wisata Heritage Wisata Sejarah Surabaya
    Share. Facebook Twitter Tumblr Email WhatsApp

    Related Posts

    Eko Wahyu: Lawan Inflasi dengan Menjadi Investor

    May 28, 2026

    Yulianto: Emas Cocok Jangka Panjang, Dolar Kuat untuk Likuiditas Global

    May 28, 2026

    Insentif EV Rp5 Juta untuk Motor Listrik Tertunda

    May 27, 2026
    Terkini
    Ekonomi

    Tingkatkan Kompetensi Pajak, FERADI WPI Gelar Pelatihan C.FTAX

    By TresnandaMay 23, 20260

    GemaNusantara.id – Semarang, 23 Mei 2026 — Kebutuhan tenaga profesional yang memahami hukum pajak, prosedur…

    Tim Subur Jaya Lawfirm dan FERADI WPI Perkuat Pendampingan Hukum di Yogyakarta

    May 20, 2026

    Target Pajak 2026 Melonjak, Yulianto: Jangan Korbankan Kepastian Hukum Wajib Pajak

    May 25, 2026

    Rupiah Tertekan, BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%

    May 21, 2026
    Tentang Kami

    PT GEMA NUSANTARA INDONESIA adalah perusahaan media digital yang menaungi GemaNusantara.id sebagai platform media siber dengan tagline “Berita untuk Indonesia”.

    Update

    Kepatuhan Hukum Acara Pengadilan Pajak Dipertanyakan

    May 28, 2026

    Eko Wahyu: Lawan Inflasi dengan Menjadi Investor

    May 28, 2026
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    © 2026 Gema Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.