GemaNusantara.id – Surabaya, 24 Mei 2026 – Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan menjadi salah satu bangunan bersejarah paling penting di Kota Surabaya. Bangunan yang dahulu dikenal sebagai Hotel Oranje dan Hotel Yamato ini tidak hanya menyimpan nilai arsitektur kolonial, tetapi juga menjadi saksi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Hotel Majapahit dibangun pada 1 Juni 1910 di Jalan Tunjungan 65 Surabaya oleh Lucas Martin Sarkies bersaudara. Pemerintah Kota Surabaya mencatat bangunan ini sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah besar bagi perkembangan kota.
Jejak Sejarah di Jalan Tunjungan
Jalan Tunjungan sejak lama dikenal sebagai kawasan penting dalam perkembangan Surabaya. Di kawasan inilah Hotel Majapahit berdiri dan menjadi bagian dari wajah kota, mulai dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga masa awal kemerdekaan.
Nilai sejarah hotel ini tidak hanya berada pada usia bangunannya, tetapi juga pada peristiwa besar yang pernah terjadi di tempat tersebut. Hotel ini menjadi salah satu lokasi yang memperlihatkan kuatnya semangat rakyat Surabaya dalam mempertahankan kehormatan bangsa setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Insiden Perobekan Bendera Belanda
Pada 19 September 1945, Hotel Yamato menjadi lokasi insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda. Setelah bagian biru dirobek, bendera merah-putih-biru berubah menjadi Merah Putih. Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai salah satu simbol keberanian arek-arek Suroboyo dalam menolak kembalinya simbol kolonialisme.
Insiden tersebut terjadi dalam suasana politik yang tegang setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato memicu kemarahan para pemuda Surabaya karena dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap kedaulatan Indonesia yang baru merdeka.
Simbol Harga Diri dan Nasionalisme
Aksi perobekan bendera di Hotel Yamato bukan sekadar tindakan fisik menurunkan simbol asing. Peristiwa itu menjadi pernyataan politik rakyat Surabaya bahwa Merah Putih harus berdiri sebagai lambang kedaulatan bangsa.
Dari peristiwa tersebut, semangat perlawanan rakyat Surabaya semakin menguat. Hotel Majapahit kemudian tidak hanya dikenang sebagai bangunan tua, tetapi sebagai ruang sejarah yang menyimpan pesan tentang keberanian, harga diri, dan nasionalisme.
Warisan Kota Pahlawan
Hingga kini, Hotel Majapahit tetap menjadi salah satu ikon sejarah Surabaya. Bangunan ini memperkuat identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan, bersama sejumlah situs sejarah lain seperti Tugu Pahlawan, Museum 10 November, dan Jembatan Merah.
Bagi masyarakat dan wisatawan, Hotel Majapahit menjadi destinasi yang layak dikunjungi untuk memahami sisi sejarah Surabaya secara lebih dekat. Di balik kemegahan bangunan dan suasana klasiknya, tersimpan kisah besar tentang keberanian rakyat dalam menjaga martabat bangsa.
Hotel Majapahit bukan hanya hotel bersejarah di pusat kota. Ia adalah saksi bahwa perjuangan kemerdekaan juga berlangsung di ruang-ruang kota, di jalan utama, dan di hadapan rakyat yang menolak tunduk pada kembalinya kekuasaan kolonial.
