Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Gema nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Iklan
    • Home
    • Hukum
    • Pajak
    • Politik
    • Investasi
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Sosial
    • Teknologi
    Gema nusantara
    Home » Hotel Majapahit dan Jejak Heroisme Arek Suroboyo
    Budaya

    Hotel Majapahit dan Jejak Heroisme Arek Suroboyo

    TresnandaBy TresnandaMay 24, 2026
    Share
    Facebook Twitter Email WhatsApp

    GemaNusantara.id – Surabaya, 24 Mei 2026 – Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan menjadi salah satu bangunan bersejarah paling penting di Kota Surabaya. Bangunan yang dahulu dikenal sebagai Hotel Oranje dan Hotel Yamato ini tidak hanya menyimpan nilai arsitektur kolonial, tetapi juga menjadi saksi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    Hotel Majapahit dibangun pada 1 Juni 1910 di Jalan Tunjungan 65 Surabaya oleh Lucas Martin Sarkies bersaudara. Pemerintah Kota Surabaya mencatat bangunan ini sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah besar bagi perkembangan kota.

    Jejak Sejarah di Jalan Tunjungan

    Jalan Tunjungan sejak lama dikenal sebagai kawasan penting dalam perkembangan Surabaya. Di kawasan inilah Hotel Majapahit berdiri dan menjadi bagian dari wajah kota, mulai dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga masa awal kemerdekaan.

    Nilai sejarah hotel ini tidak hanya berada pada usia bangunannya, tetapi juga pada peristiwa besar yang pernah terjadi di tempat tersebut. Hotel ini menjadi salah satu lokasi yang memperlihatkan kuatnya semangat rakyat Surabaya dalam mempertahankan kehormatan bangsa setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.

    Insiden Perobekan Bendera Belanda

    Pada 19 September 1945, Hotel Yamato menjadi lokasi insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda. Setelah bagian biru dirobek, bendera merah-putih-biru berubah menjadi Merah Putih. Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai salah satu simbol keberanian arek-arek Suroboyo dalam menolak kembalinya simbol kolonialisme.

    Insiden tersebut terjadi dalam suasana politik yang tegang setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato memicu kemarahan para pemuda Surabaya karena dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap kedaulatan Indonesia yang baru merdeka.

    Simbol Harga Diri dan Nasionalisme

    Aksi perobekan bendera di Hotel Yamato bukan sekadar tindakan fisik menurunkan simbol asing. Peristiwa itu menjadi pernyataan politik rakyat Surabaya bahwa Merah Putih harus berdiri sebagai lambang kedaulatan bangsa.

    Dari peristiwa tersebut, semangat perlawanan rakyat Surabaya semakin menguat. Hotel Majapahit kemudian tidak hanya dikenang sebagai bangunan tua, tetapi sebagai ruang sejarah yang menyimpan pesan tentang keberanian, harga diri, dan nasionalisme.

    Warisan Kota Pahlawan

    Hingga kini, Hotel Majapahit tetap menjadi salah satu ikon sejarah Surabaya. Bangunan ini memperkuat identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan, bersama sejumlah situs sejarah lain seperti Tugu Pahlawan, Museum 10 November, dan Jembatan Merah.

    Bagi masyarakat dan wisatawan, Hotel Majapahit menjadi destinasi yang layak dikunjungi untuk memahami sisi sejarah Surabaya secara lebih dekat. Di balik kemegahan bangunan dan suasana klasiknya, tersimpan kisah besar tentang keberanian rakyat dalam menjaga martabat bangsa.

     

    Hotel Majapahit bukan hanya hotel bersejarah di pusat kota. Ia adalah saksi bahwa perjuangan kemerdekaan juga berlangsung di ruang-ruang kota, di jalan utama, dan di hadapan rakyat yang menolak tunduk pada kembalinya kekuasaan kolonial.

    Arek-Arek Suroboyo Cagar Budaya Surabaya Hari Pahlawan Hotel Majapahit Hotel Majapahit Surabaya Hotel Oranje Hotel Yamato Insiden Hotel Yamato Jalan Tunjungan Kota Pahlawan Merah Putih Perobekan Bendera Belanda Pertempuran Surabaya Sejarah Surabaya Wisata Sejarah Surabaya
    Share. Facebook Twitter Tumblr Email WhatsApp

    Related Posts

    Peringatan Pidana dalam Pemeriksaan Ahli Dipersoalkan Dr. Alessandro Rey

    October 6, 2026

    Bawa Pesan Kasih dan Penguatan Rohani, Benni Rusli Layani Warga Binaan Lapas Subang

    October 6, 2026

    Prabowo Lantik Rocky Gerung Jadi Wantimpres

    October 3, 2026
    Terkini
    Ekonomi

    Yulianto Kiswocahyono Soroti Pelemahan Rupiah

    By TresnandaJuly 27, 20260

    Gema-Nusantara.id – Jakarta, 27 Juli 2026 – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar…

    Yulianto Kiswocahyono dan Eko Wahyu Pramono Hadirkan Kajian Kritis Hukum Pajak

    September 17, 2026

    Yulianto dan Eko Wahyu Soroti Turunnya Kemenangan DJP di Pengadilan Pajak

    May 26, 2026

    Yulianto dan Eko Serahkan Buku Pengadilan Pajak kepada Ketua KADIN Jatim

    September 23, 2026
    Tentang Kami

    PT GEMA NUSANTARA INDONESIA adalah perusahaan media digital yang menaungi GemaNusantara.id sebagai platform media siber dengan tagline “Berita untuk Indonesia”.

    Update

    Peringatan Pidana dalam Pemeriksaan Ahli Dipersoalkan Dr. Alessandro Rey

    October 6, 2026

    Bawa Pesan Kasih dan Penguatan Rohani, Benni Rusli Layani Warga Binaan Lapas Subang

    October 6, 2026
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    © 2026 Gema Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.