Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Gema nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Iklan
    • Home
    • Hukum
    • Pajak
    • Politik
    • Investasi
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Sosial
    • Teknologi
    Gema nusantara
    Home » Yulianto: Emas Cocok Jangka Panjang, Dolar Kuat untuk Likuiditas Global
    Ekonomi

    Yulianto: Emas Cocok Jangka Panjang, Dolar Kuat untuk Likuiditas Global

    TresnandaBy TresnandaMay 28, 2026
    Share
    Facebook Twitter Email WhatsApp

    GemaNusantara.id – Jakarta, 28 Mei 2026 — Di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergerak dinamis, pilihan menyimpan aset dalam bentuk emas atau dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian masyarakat.

    Perbincangan ini menguat setelah harga emas sempat mengalami tekanan, sementara dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan kembali strategi penyimpanan aset mereka.

    Bagi sebagian orang, dolar terlihat lebih menarik karena sedang menguat dan memiliki fungsi luas dalam transaksi global. Namun, emas tetap dipandang sebagai instrumen penyimpan nilai jangka panjang yang sudah lama dikenal masyarakat.

    Penguatan Dolar Dipengaruhi Sentimen Global

    Penguatan dolar Amerika Serikat tidak dapat dilepaskan dari dinamika ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

    Dalam kondisi suku bunga yang relatif tinggi, aset berbasis dolar kerap menjadi pilihan investor global karena dianggap memiliki daya tarik dari sisi stabilitas dan imbal hasil. Situasi ini turut memengaruhi pergerakan instrumen investasi lain, termasuk emas.

    Ketika dolar menguat, harga emas berpotensi menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar. Kondisi tersebut dapat ikut menekan permintaan emas di pasar global.

    Emas Tetap Dipandang sebagai Pelindung Nilai

    Meski dapat mengalami tekanan harga dalam jangka pendek, emas masih dipandang sebagai salah satu instrumen pelindung nilai. Dalam sejarah ekonomi, emas kerap menjadi pilihan masyarakat maupun investor ketika terjadi krisis, inflasi, atau gejolak politik global.

    Di Indonesia, emas juga memiliki kedekatan tersendiri dengan masyarakat. Banyak keluarga menjadikan emas sebagai bentuk tabungan masa depan karena dinilai mudah dicairkan dan relatif aman untuk jangka panjang.

    Emas sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dana pendidikan anak, dana darurat, modal usaha, hingga perlindungan aset keluarga.

    Dolar Menarik, tetapi Tidak Bebas Risiko

    Di sisi lain, dolar Amerika Serikat memiliki daya tarik karena sifatnya yang likuid dan digunakan secara luas dalam transaksi internasional. Mata uang ini kerap dipilih untuk kebutuhan perjalanan luar negeri, pembayaran pendidikan di luar negeri, maupun investasi global.

    Namun, dolar tetap memiliki risiko fluktuasi nilai tukar. Penguatan dolar tidak selalu berlangsung permanen. Jika kondisi ekonomi Amerika Serikat berubah atau kebijakan suku bunga mengalami pergeseran, nilai dolar juga dapat terkoreksi.

    Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati agar tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren penguatan dolar sesaat.

    Yulianto: Jangan Sekadar Mengikuti Tren Pasar

    Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.E., S.H., BKP, praktisi pajak dan hukum sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal & Moneter KADIN Jawa Timur serta Ketua FERADI WPI DPC Sidoarjo, menilai masyarakat perlu lebih bijak dalam melihat perubahan pasar saat ini.

    Menurutnya, perubahan harga emas maupun penguatan dolar merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang wajar terjadi. Karena itu, masyarakat perlu memahami tujuan keuangan sebelum menentukan pilihan instrumen penyimpanan aset.

    “Dalam kondisi ekonomi yang terus berubah, masyarakat perlu bijak dalam memilih instrumen penyimpanan aset. Emas dan dolar sama-sama memiliki keunggulan masing-masing. Emas cocok untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, sedangkan dolar lebih kuat untuk kebutuhan likuiditas dan transaksi global. Yang terpenting bukan sekadar mengikuti tren pasar, tetapi memahami tujuan keuangan dan kemampuan mengelola risiko. Diversifikasi tetap menjadi langkah paling aman agar aset tetap terlindungi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia,” ujar Yulianto.

    Diversifikasi Dinilai Lebih Aman

    Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, masyarakat tidak harus memilih secara mutlak antara emas atau dolar. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam pengelolaan aset.

    Emas dapat digunakan sebagai pelindung nilai dalam jangka panjang. Sementara itu, dolar dapat dimanfaatkan untuk menjaga likuiditas dan kebutuhan transaksi internasional.

    Dengan memahami fungsi masing-masing instrumen, masyarakat dapat menyusun strategi keuangan yang lebih seimbang. Diversifikasi aset menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko ketika salah satu instrumen mengalami tekanan.

    Keputusan Investasi Perlu Dihitung Matang

    Masyarakat juga disarankan tidak mengambil keputusan investasi secara emosional. Harga emas yang turun tidak otomatis berarti instrumen tersebut buruk. Sebaliknya, dolar yang sedang menguat juga tidak selalu menjadi pilihan terbaik bagi semua orang.

    Setiap instrumen memiliki karakter, risiko, dan tujuan penggunaan yang berbeda. Karena itu, keputusan menyimpan aset dalam bentuk emas atau dolar perlu disesuaikan dengan kebutuhan, profil risiko, dan jangka waktu keuangan masing-masing individu.

    Pada akhirnya, emas dan dolar sama-sama memiliki kelebihan dan risiko. Langkah yang lebih bijak adalah memahami tujuan keuangan, mengukur kemampuan mengelola risiko, serta tidak mudah terbawa tren pasar sesaat.

     

    aset diversifikasi aset dolar dolar menguat Ekonomi Global emas FERADI WPI GemaNusantara.id harga emas instrumen investasi Investasi KADIN Jawa Timur keuangan nilai tukar Yulianto Kiswocahyono
    Share. Facebook Twitter Tumblr Email WhatsApp

    Related Posts

    Eko Wahyu: Lawan Inflasi dengan Menjadi Investor

    May 28, 2026

    Insentif EV Rp5 Juta untuk Motor Listrik Tertunda

    May 27, 2026

    Royalti Penulis Dipajaki 1,5%

    May 27, 2026
    Terkini
    Ekonomi

    Tingkatkan Kompetensi Pajak, FERADI WPI Gelar Pelatihan C.FTAX

    By TresnandaMay 23, 20260

    GemaNusantara.id – Semarang, 23 Mei 2026 — Kebutuhan tenaga profesional yang memahami hukum pajak, prosedur…

    Tim Subur Jaya Lawfirm dan FERADI WPI Perkuat Pendampingan Hukum di Yogyakarta

    May 20, 2026

    Target Pajak 2026 Melonjak, Yulianto: Jangan Korbankan Kepastian Hukum Wajib Pajak

    May 25, 2026

    Rupiah Tertekan, BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%

    May 21, 2026
    Tentang Kami

    PT GEMA NUSANTARA INDONESIA adalah perusahaan media digital yang menaungi GemaNusantara.id sebagai platform media siber dengan tagline “Berita untuk Indonesia”.

    Update

    Kepatuhan Hukum Acara Pengadilan Pajak Dipertanyakan

    May 28, 2026

    Eko Wahyu: Lawan Inflasi dengan Menjadi Investor

    May 28, 2026
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    © 2026 Gema Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.