Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Gema nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Iklan
    • Home
    • Hukum
    • Pajak
    • Politik
    • Investasi
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Sosial
    • Teknologi
    Gema nusantara
    Home » PPN 2027 Ditarget Rp1.126 Triliun, Daya Beli Jadi Tantangan
    Ekonomi

    PPN 2027 Ditarget Rp1.126 Triliun, Daya Beli Jadi Tantangan

    TresnandaBy TresnandaAugust 18, 2026
    Share
    Facebook Twitter Email WhatsApp

    Gema-Nusantara.id – Jakarta, 18 Agustus 2026 – Pemerintah memasang target penerimaan pajak yang cukup tinggi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Total penerimaan pajak tahun depan diusulkan mencapai Rp2.591,4 triliun, dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi salah satu penopang utama penerimaan negara.

    Berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2027, target penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp1.126,1 triliun, meningkat sekitar 13,4 persen dibandingkan outlook penerimaan 2026 sebesar Rp993,3 triliun. Angka tersebut membuat target PPN dan PPnBM untuk pertama kalinya menembus level Rp1.000 triliun.

    Besarnya target itu mencerminkan optimisme pemerintah terhadap perkembangan konsumsi domestik, aktivitas produksi dan perdagangan, serta berlanjutnya transformasi perekonomian nasional.

    Pemerintah juga akan mengandalkan penguatan administrasi perpajakan, pemanfaatan teknologi, integrasi data perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, hingga perluasan basis pemajakan yang menyesuaikan perkembangan model bisnis dan ekonomi digital.

    PPh Ditargetkan Rp1.277,7 Triliun

    Selain PPN dan PPnBM, pemerintah menargetkan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp1.277,7 triliun pada 2027. Nilai tersebut tumbuh sekitar 9,9 persen dibandingkan outlook penerimaan PPh 2026 sebesar Rp1.162,9 triliun.

    Dari total tersebut, PPh nonmigas ditargetkan mencapai sekitar Rp1.214,6 triliun, sedangkan PPh migas diproyeksikan sebesar Rp63,1 triliun. Pemerintah memperkirakan penerimaan PPh akan didukung oleh aktivitas ekonomi, profitabilitas dunia usaha, pendapatan masyarakat, serta kelanjutan reformasi administrasi dan pengawasan perpajakan.

    Sementara itu, penerimaan dari pajak lainnya ditargetkan Rp159 triliun, tumbuh 25,2 persen dibandingkan outlook 2026. Pertumbuhan tersebut antara lain dikaitkan dengan tingginya pemanfaatan deposit pajak oleh wajib pajak.

    Adapun penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada 2027 diusulkan sebesar Rp28,6 triliun, atau tumbuh sekitar 3,5 persen dibandingkan outlook tahun sebelumnya. Pemerintah memperkirakan penerimaan PBB akan ditopang antara lain oleh perkembangan harga komoditas dan produksi sumber daya alam.

    Target PPN Jadi Sorotan

    Target PPN dan PPnBM sebesar Rp1.126,1 triliun menjadi bagian yang menarik perhatian karena jenis pajak tersebut berkaitan erat dengan aktivitas konsumsi dan transaksi ekonomi masyarakat.

    Kenaikan target sebesar 13,4 persen menunjukkan bahwa pemerintah memperkirakan aktivitas konsumsi domestik pada 2027 tetap kuat. Namun, pencapaian target tersebut juga akan sangat bergantung pada kondisi daya beli masyarakat, aktivitas dunia usaha, kepatuhan wajib pajak, serta efektivitas administrasi perpajakan.

    Dalam kebijakan fiskal, peningkatan penerimaan perlu tetap diseimbangkan dengan upaya menjaga konsumsi rumah tangga dan keberlangsungan dunia usaha. Pengejaran target penerimaan yang terlalu agresif melalui intensifikasi pengawasan, misalnya, berpotensi menimbulkan tekanan apabila tidak dibarengi dengan kondisi ekonomi masyarakat yang memadai.

    Karena itu, keberhasilan kebijakan perpajakan 2027 tidak hanya dapat dilihat dari tercapai atau tidaknya angka penerimaan Rp2.591,4 triliun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendapatan negara, kepastian hukum bagi wajib pajak, iklim usaha, dan daya beli masyarakat.

    RAPBN 2027 sendiri merupakan rancangan anggaran yang disampaikan pemerintah bersama RUU APBN 2027 dan masih menjadi bagian dari proses pembahasan anggaran sebelum ditetapkan menjadi APBN 2027.

     

    penerimaan pajak PPN 2027 RAPBN 2027
    Share. Facebook Twitter Tumblr Email WhatsApp

    Related Posts

    Peringatan Pidana dalam Pemeriksaan Ahli Dipersoalkan Dr. Alessandro Rey

    October 6, 2026

    Bawa Pesan Kasih dan Penguatan Rohani, Benni Rusli Layani Warga Binaan Lapas Subang

    October 6, 2026

    Sunan Kalijaga dan Donny Andretti Bertemu, Bahas Akses Keadilan bagi Masyarakat

    October 5, 2026
    Terkini
    Ekonomi

    Yulianto Kiswocahyono Soroti Pelemahan Rupiah

    By TresnandaJuly 27, 20260

    Gema-Nusantara.id – Jakarta, 27 Juli 2026 – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar…

    Yulianto Kiswocahyono dan Eko Wahyu Pramono Hadirkan Kajian Kritis Hukum Pajak

    September 17, 2026

    Yulianto dan Eko Wahyu Soroti Turunnya Kemenangan DJP di Pengadilan Pajak

    May 26, 2026

    Yulianto dan Eko Serahkan Buku Pengadilan Pajak kepada Ketua KADIN Jatim

    September 23, 2026
    Tentang Kami

    PT GEMA NUSANTARA INDONESIA adalah perusahaan media digital yang menaungi GemaNusantara.id sebagai platform media siber dengan tagline “Berita untuk Indonesia”.

    Update

    Peringatan Pidana dalam Pemeriksaan Ahli Dipersoalkan Dr. Alessandro Rey

    October 6, 2026

    Bawa Pesan Kasih dan Penguatan Rohani, Benni Rusli Layani Warga Binaan Lapas Subang

    October 6, 2026
    Kontak

    Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia
    NIA : 001.0001.000088

    Email : saintadipati@gmail.com
    Kontak: 0888xxxxxxxxx

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Peraturan Media Siber
    • Redaksi
    • Kontak
    © 2026 Gema Nusantara.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.