Gema-Nusantara.id – Surabaya, 25 September 2026 – PT Pegadaian (Persero) melakukan audiensi dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Jawa Timur, Jumat (25/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama penyediaan produk dan layanan keuangan antara Pegadaian dan KADIN.
Audiensi berlangsung di Kantor KADIN Jawa Timur, Jalan Bukit Darmo Raya Nomor 1, Graha Famili, Surabaya. Pertemuan dihadiri jajaran PT Pegadaian dari kantor pusat dan Kantor Wilayah XII Surabaya, serta pimpinan dan unsur KADIN Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga mencakup emas, investasi, dan pentingnya literasi bagi masyarakat. Topik tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi yang mudah dipahami sebelum mengenal maupun menggunakan produk dan layanan keuangan.
Ketua Umum KADIN Jatim Hadir
Audiensi tersebut dihadiri Ketua Umum KADIN Jawa Timur, H. Adik Dwi Putranto, S.H., M.HP.
Turut hadir Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.E., S.H., BKP, Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur sekaligus Ketua FERADI WPI DPC Sidoarjo.
Kehadiran jajaran KADIN Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari agenda koordinasi dengan PT Pegadaian terkait kerja sama yang telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman.
Sementara dari pihak Pegadaian, hadir sejumlah pejabat yang menangani bidang penjualan, bisnis wilayah, serta dukungan bisnis.
Lima Pejabat Pegadaian Ikut Audiensi
Jajaran PT Pegadaian yang hadir terdiri atas Edi Sarwono, Kepala Divisi Penjualan PT Pegadaian (Persero) Kantor Pusat.
Kemudian Ahmad Zaenudin, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah XII Surabaya; Dul Trisno, Deputy Bisnis Area Surabaya 1; Dwi Rini Marsetiyo Astuti, Deputy Bisnis Area Surabaya 2; dan Farid Pandu Wirawan, Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah XII Surabaya.
Kehadiran jajaran tersebut mempertemukan unsur kantor pusat dan wilayah dalam satu agenda bersama KADIN Jawa Timur.
Emas dan Investasi Jadi Bagian Pembahasan
Salah satu perhatian dalam audiensi adalah pembahasan mengenai emas dan investasi serta bagaimana informasi terkait hal tersebut dapat dipahami masyarakat.
Literasi menjadi penting karena masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai karakteristik suatu produk keuangan sebelum mengambil keputusan. Dalam konteks emas dan investasi, informasi yang diberikan kepada masyarakat perlu mencakup pengetahuan dasar, manfaat, risiko, serta hal-hal yang perlu diperhatikan.
Pembahasan mengenai literasi tersebut tidak serta-merta berarti adanya ajakan kepada masyarakat untuk memilih atau menggunakan produk investasi tertentu. Edukasi justru diperlukan agar masyarakat memiliki informasi yang cukup dan dapat menentukan keputusan keuangannya secara mandiri.
Dorong Literatur yang Mudah Dipahami Masyarakat
Selain pembahasan mengenai emas dan investasi, literasi juga berkaitan dengan ketersediaan literatur untuk masyarakat.
Materi edukasi yang menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengenal istilah serta mekanisme produk keuangan yang selama ini mungkin dianggap rumit.
Literatur tersebut dapat menjadi sarana edukasi, terutama bagi masyarakat yang ingin memahami emas dan investasi dari sisi pengetahuan dasar sebelum mengambil keputusan.
Namun, berdasarkan dokumen yang tersedia, belum terdapat keterangan mengenai bentuk literatur, materi edukasi, maupun program khusus yang telah ditetapkan sebagai hasil audiensi. Karena itu, informasi mengenai rencana tersebut belum dapat dinyatakan sebagai program yang telah disepakati.
Tindak Lanjut Kerja Sama Pegadaian dan KADIN
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara PT Pegadaian (Persero) dengan KADIN mengenai kerja sama penyediaan produk dan layanan keuangan.
Dalam surat permohonan audiensi PT Pegadaian, Nota Kesepahaman tersebut tercantum dengan nomor MOU/0017/00036.00/2026 dan Speri/24/KU/VIII/2026.
Permohonan audiensi sebelumnya disampaikan melalui surat PT Pegadaian (Persero) Nomor 527/00036.00/2026, tertanggal 21 September 2026, yang ditandatangani Edi Sarwono selaku Kepala Divisi Penjualan PT Pegadaian (Persero) Kantor Pusat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara Pegadaian dan KADIN Jawa Timur untuk membahas tindak lanjut kerja sama sekaligus isu yang berkaitan dengan produk dan layanan keuangan.
Literasi Keuangan Tetap Membutuhkan Informasi Berimbang
Pembahasan mengenai emas dan investasi pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga pengetahuan masyarakat.
Informasi kepada publik perlu disampaikan secara berimbang dengan menjelaskan karakteristik, manfaat, risiko, dan berbagai hal yang perlu dipertimbangkan. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat memahami pilihan keuangannya tanpa bergantung pada klaim promosi semata.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan tertulis mengenai hasil konkret audiensi, termasuk keputusan mengenai program literasi atau penerbitan literatur khusus untuk masyarakat.
Karena itu, perkembangan mengenai tindak lanjut kerja sama, termasuk apabila terdapat program edukasi emas dan investasi untuk masyarakat, masih menunggu keterangan resmi dari PT Pegadaian maupun KADIN Jawa Timur.
