Gema-Nusantara.id – Surabaya, 14 September 2026 – Tidak semua perjalanan besar dimulai dengan langkah besar. Terkadang, sebuah perubahan dalam hidup seseorang berawal dari hal sederhana yang bahkan nyaris tidak diperhatikan. Sebuah konten yang muncul di layar ponsel, sebuah percakapan singkat, atau sebuah kepercayaan kecil dari seseorang dapat menjadi titik awal lahirnya perjalanan yang luar biasa.
Kisah tersebut dialami oleh Eko Wahyu Pramono, S.Tr.P., S.Ak, pemegang Izin Kuasa Hukum (IKH) di Pengadilan Pajak. Ia menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.MDF., C.PFW., C.JKJ., C.FTAX., Ketua Umum Organisasi Advokat dan Paralegal FERADI WPI, menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Bagi Eko, Donny Andretti bukan hanya sosok pemimpin organisasi, tetapi juga seseorang yang memberikan ruang untuk belajar, memberikan kepercayaan, dan membuka jalan bagi dirinya untuk mengenal lebih jauh dunia hukum.
Berawal dari Beranda TikTok
Perjalanan itu bermula dari sesuatu yang sederhana. Saat itu, konten-konten advokasi hukum yang disampaikan Donny Andretti sering muncul di beranda TikTok Eko.
Awalnya, Eko tidak langsung memberikan perhatian. Namun, karena konten tersebut terus muncul, perlahan ia mulai tertarik untuk mengikuti dan memahami pesan-pesan hukum yang disampaikan.
“Awalnya saya mengenal Pak Donny dari TikTok yang sering berseliweran di beranda saya. Beliau saat itu sering menyampaikan tentang advokasi hukum. Pertama kali muncul saya abaikan, tetapi beberapa kali muncul kembali, akhirnya saya mulai mengikuti dan memperhatikan video-video Pak Donny,” ujar Eko.
Dari sana, rasa ingin tahunya terhadap dunia hukum semakin tumbuh. Ia mulai melihat bagaimana hukum tidak hanya berbicara mengenai aturan, tetapi juga tentang keberpihakan, pendampingan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Hingga akhirnya, Eko mengambil langkah untuk menghubungi Donny Andretti dan menyampaikan niatnya bergabung bersama FERADI WPI.
“Saya akhirnya menghubungi beliau untuk memutuskan bergabung dengan FERADI WPI. Saya masih ingat, beliau menyambut saya dengan sangat hangat,” kenangnya.
Bagi Eko, sambutan tersebut menjadi awal dari sebuah perjalanan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Ketika Kesempatan Membuka Jalan Baru
Sebelum mendalami dunia hukum, Eko memiliki latar belakang pendidikan yang bukan berasal dari bidang hukum. Namun, keinginannya untuk belajar dan berkembang membuatnya terus mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan FERADI WPI.
“Saya sering sekali mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh FERADI WPI. Dari sana saya belajar banyak hal, mulai dari pemahaman hukum, cara berpikir seorang praktisi hukum, hingga bagaimana memberikan pendampingan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Melihat semangat tersebut, Donny Andretti kemudian memberikan dorongan agar Eko tidak hanya belajar secara praktik, tetapi juga memperkuat pemahaman akademik melalui pendidikan hukum.
“Pak Ketum merekomendasikan saya untuk mengambil pendidikan S1 Hukum karena memang basic saya bukan hukum. Dari pelatihan-pelatihan tersebut dan rekomendasi tersebut saya mulai belajar dan memahami dunia hukum,” kata Eko.
Menurut Eko, dorongan tersebut memiliki arti besar karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk diarahkan dan dipercaya mengembangkan dirinya.
Baginya, sebuah kepercayaan dari seorang pemimpin dapat menjadi energi besar bagi seseorang untuk terus berusaha menjadi lebih baik.
Melihat Sosok Pemimpin yang Tegas dan Berintegritas
Dalam perjalanan bersama FERADI WPI, Eko tidak hanya belajar mengenai teori hukum, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menangani persoalan masyarakat.
Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika dirinya menangani perkara pinjaman online (pinjol) dengan supervisi langsung dari Donny Andretti.
“Saat itu saya memegang kasus tentang pinjol dan Pak Ketum yang melakukan supervisi terhadap saya. Dari sana saya melihat bahwa Pak Donny adalah sosok yang tegas dan disiplin, terutama ketika menyangkut tanggung jawab dan komitmen,” jelas Eko.
Menurutnya, ketegasan Donny Andretti bukan sekadar karakter seorang pemimpin, tetapi menjadi contoh bagaimana sebuah amanah harus dijalankan dengan serius.
“Beliau sangat memperhatikan profesionalitas. Ketika sudah diberikan amanah, harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.
Kepercayaan Kecil yang Menjadi Kenangan Besar
Salah satu momen yang paling diingat Eko adalah ketika dirinya menghadapi persoalan terkait ijazah yang belum diberikan oleh pihak kampus.
Dalam kondisi tersebut, Eko memberanikan diri meminta izin menggunakan kop surat FERADI WPI untuk membantu menyelesaikan permasalahannya.
“Saya memberanikan diri menggunakan kop surat FERADI WPI untuk mengurus permasalahan saya. Pak Donny memberikan izin,” ujarnya.
Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Eko, izin tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar.
Menurutnya, yang paling berharga bukanlah penggunaan kop surat tersebut, melainkan rasa percaya yang diberikan oleh Donny Andretti.
“Ini bukan tentang hal kecil. Ini tentang kepercayaan yang diberikan Pak Donny kepada saya. Beliau memberikan ruang kepada saya untuk menyelesaikan persoalan dengan tanggung jawab,” jelasnya.
Setelah persoalan tersebut selesai, Eko menyampaikan kabar baik tersebut kepada Donny Andretti. Respons sederhana berupa acungan jempol dan ucapan “mantap” menjadi sesuatu yang terus ia ingat hingga saat ini.
“Bagi saya, itu menjadi motivasi yang luar biasa,” katanya.
Dari Kepercayaan Menjadi Tanggung Jawab
Kini, perjalanan Eko Wahyu Pramono telah berkembang jauh. Selain menjadi pemegang Izin Kuasa Hukum (IKH) di Pengadilan Pajak, ia tengah menempuh pendidikan Magister Hukum, dipercaya sebagai Bendahara FERADI WPI DPC Sidoarjo, serta aktif dalam pengelolaan empat portal media di bawah naungan PT Kawanjari News, yakni Presentnews.id, Indopresent.com, Gema-Nusantara.id, dan Global-Nusantara.id.
Namun bagi Eko, pencapaian tersebut bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa sebuah kesempatan kecil dapat membawa seseorang menuju perubahan besar.
“Saya yakin semua ini diawali dari hal yang mungkin dianggap sepele yang dilakukan oleh Pak Ketum. Dari situ saya belajar bahwa hal kecil yang kita lakukan ternyata bisa memberikan dampak besar bagi seseorang,” tuturnya.
Ia percaya bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain dapat menjadi benih perubahan yang suatu hari akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar.
“Jangan pernah merasa bahwa apa yang kita lakukan itu kecil atau tidak berarti. Bisa jadi sesuatu yang sederhana bagi kita ternyata menjadi titik perubahan besar bagi orang lain,” katanya.
Pesan Eko: Jadilah Berkat bagi Orang Lain
Melalui kisahnya, Eko menyampaikan pesan kepada seluruh anggota FERADI WPI agar tidak pernah ragu mengambil peran dalam membantu masyarakat.
“Ambil bagian dan lakukan hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Jangan menunggu kesempatan besar untuk berbuat sesuatu. Terkadang hal kecil yang kita lakukan hari ini bisa menjadi jalan bagi orang lain untuk bangkit dan berkembang,” ujarnya.
Eko juga memegang prinsip bahwa setiap kebaikan akan menemukan jalannya untuk kembali.
“Saya selalu menerapkan prinsip bahwa Tuhan tidak pernah berhutang. Apa yang kita lakukan dengan niat baik akan mendapatkan balasan yang luar biasa,” katanya.
Menurutnya, seseorang mungkin tidak pernah tahu bagaimana sebuah tindakan sederhana dapat mengubah kehidupan orang lain.
“Ketika kita membantu orang lain untuk bangkit, kita tidak pernah tahu bahwa suatu saat mereka juga bisa menjadi seseorang yang luar biasa. Karena itu, teruslah berbuat baik dan lakukan yang terbaik,” pungkas Eko.
Kisah Eko Wahyu Pramono menjadi pengingat bahwa perjalanan besar sering kali lahir dari langkah kecil. Sebuah pertemuan sederhana di media sosial, sebuah kesempatan belajar, dan sebuah kepercayaan dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
