Gema-Nusantara.id – Jakarta, 18 Agustus 2026 – Pemerintah memasang target penerimaan pajak yang cukup tinggi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Total penerimaan pajak tahun depan diusulkan mencapai Rp2.591,4 triliun, dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi salah satu penopang utama penerimaan negara.
Berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2027, target penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp1.126,1 triliun, meningkat sekitar 13,4 persen dibandingkan outlook penerimaan 2026 sebesar Rp993,3 triliun. Angka tersebut membuat target PPN dan PPnBM untuk pertama kalinya menembus level Rp1.000 triliun.
Besarnya target itu mencerminkan optimisme pemerintah terhadap perkembangan konsumsi domestik, aktivitas produksi dan perdagangan, serta berlanjutnya transformasi perekonomian nasional.
Pemerintah juga akan mengandalkan penguatan administrasi perpajakan, pemanfaatan teknologi, integrasi data perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, hingga perluasan basis pemajakan yang menyesuaikan perkembangan model bisnis dan ekonomi digital.
PPh Ditargetkan Rp1.277,7 Triliun
Selain PPN dan PPnBM, pemerintah menargetkan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp1.277,7 triliun pada 2027. Nilai tersebut tumbuh sekitar 9,9 persen dibandingkan outlook penerimaan PPh 2026 sebesar Rp1.162,9 triliun.
Dari total tersebut, PPh nonmigas ditargetkan mencapai sekitar Rp1.214,6 triliun, sedangkan PPh migas diproyeksikan sebesar Rp63,1 triliun. Pemerintah memperkirakan penerimaan PPh akan didukung oleh aktivitas ekonomi, profitabilitas dunia usaha, pendapatan masyarakat, serta kelanjutan reformasi administrasi dan pengawasan perpajakan.
Sementara itu, penerimaan dari pajak lainnya ditargetkan Rp159 triliun, tumbuh 25,2 persen dibandingkan outlook 2026. Pertumbuhan tersebut antara lain dikaitkan dengan tingginya pemanfaatan deposit pajak oleh wajib pajak.
Adapun penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada 2027 diusulkan sebesar Rp28,6 triliun, atau tumbuh sekitar 3,5 persen dibandingkan outlook tahun sebelumnya. Pemerintah memperkirakan penerimaan PBB akan ditopang antara lain oleh perkembangan harga komoditas dan produksi sumber daya alam.
Target PPN Jadi Sorotan
Target PPN dan PPnBM sebesar Rp1.126,1 triliun menjadi bagian yang menarik perhatian karena jenis pajak tersebut berkaitan erat dengan aktivitas konsumsi dan transaksi ekonomi masyarakat.
Kenaikan target sebesar 13,4 persen menunjukkan bahwa pemerintah memperkirakan aktivitas konsumsi domestik pada 2027 tetap kuat. Namun, pencapaian target tersebut juga akan sangat bergantung pada kondisi daya beli masyarakat, aktivitas dunia usaha, kepatuhan wajib pajak, serta efektivitas administrasi perpajakan.
Dalam kebijakan fiskal, peningkatan penerimaan perlu tetap diseimbangkan dengan upaya menjaga konsumsi rumah tangga dan keberlangsungan dunia usaha. Pengejaran target penerimaan yang terlalu agresif melalui intensifikasi pengawasan, misalnya, berpotensi menimbulkan tekanan apabila tidak dibarengi dengan kondisi ekonomi masyarakat yang memadai.
Karena itu, keberhasilan kebijakan perpajakan 2027 tidak hanya dapat dilihat dari tercapai atau tidaknya angka penerimaan Rp2.591,4 triliun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendapatan negara, kepastian hukum bagi wajib pajak, iklim usaha, dan daya beli masyarakat.
RAPBN 2027 sendiri merupakan rancangan anggaran yang disampaikan pemerintah bersama RUU APBN 2027 dan masih menjadi bagian dari proses pembahasan anggaran sebelum ditetapkan menjadi APBN 2027.
