Gema-Nusantara.id – Karo, 14 Agustus 2026 – Ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Peristiwa tersebut antara lain menimpa siswa SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Negeri 3 Kabanjahe, serta SMP Swasta Bersama. Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, mulai dari rasa gatal pada mulut dan kulit hingga sesak napas setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus, sebelumnya menyampaikan sedikitnya 265 siswa dari tiga SMA dan SMK terdampak. Data tersebut terdiri atas 202 siswa SMAN 1 Berastagi, 25 siswa SMA Swasta Bersama, dan 38 siswa SMK Swasta Bersama. Data lain yang berkembang pada malam hari menyebut jumlah siswa SMA/SMK terdampak mencapai 269 orang.
Jumlah tersebut belum memasukkan siswa dari dua sekolah tingkat SMP yang juga dilaporkan mengalami keluhan serupa. Karena pendataan masih berkembang, angka keseluruhan korban masih dapat berubah.
Siswa Dievakuasi ke Sejumlah Rumah Sakit
Para siswa yang mengalami keluhan dievakuasi untuk memperoleh penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo. Berdasarkan keterangan pejabat pendidikan setempat, kondisi para siswa secara umum dilaporkan stabil, meskipun terdapat korban yang mengalami sesak napas.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan proses evakuasi siswa menggunakan kursi roda dan tempat tidur pasien. Situasi tersebut sempat menarik perhatian warga karena korban datang secara bertahap ke fasilitas kesehatan.
Namun, informasi mengenai penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Sampel Makanan Diperiksa BGN
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa dilaporkan terdiri atas sayur kol, wortel, serta gulai ikan dencis. Dugaan awal sempat diarahkan pada olahan ikan setelah sejumlah siswa mengalami rasa gatal di mulut segera setelah makan. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan secara medis maupun laboratoris.
Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Benget Panjaitan mengatakan sampel makanan telah diambil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk diperiksa.
BGN bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah turun melakukan pengecekan. Hingga pemeriksaan selesai, penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa belum dapat disimpulkan.
SPPG Dihentikan Sementara
Imbas kejadian tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Berastagi Sempajaya dihentikan sementara.
Kasubag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Medan, Erdianta Sitepu, mengatakan SPPG tersebut telah disuspensi. Berdasarkan surat yang beredar, penghentian hak operasional dapat berlangsung paling lama 30 hari sambil menunggu pemenuhan sejumlah kewajiban dan proses evaluasi.
SPPG tersebut berada di bawah Yayasan Manunggal Kartika Jaya. Dandim 0205/Tanah Karo menjelaskan pihak Kodim menyediakan lokasi dan melakukan pendampingan, sedangkan pengelolaan dilaksanakan oleh yayasan bersama mitra.
Penyebab Belum Bisa Disimpulkan
Peristiwa tersebut kini masih dalam proses investigasi. Pemeriksaan laboratorium menjadi penting untuk memastikan apakah gangguan kesehatan berasal dari kontaminasi bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, atau faktor lainnya.
Karena itu, penyebutan makanan tertentu sebagai penyebab keracunan masih bersifat dugaan dan belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan.
Pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memastikan standar keamanan pangan pada program MBG dijalankan secara konsisten, khususnya mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga makanan diterima oleh siswa.
